TUGAS 1
EKONOMI TEKNIK
SEJUK DAUD SIMAMORA 1A414100 3IB05
TEKNIK ELEKTRO
Pengertian dan
Ruanglingkup Ekonomi Teknik
1.1 Pengertian
Ekonomi Teknik adalah disiplin ilmu yang
digunakan untuk menganalisa Aspek-aspek
Ekonomis dari usulan investasi yang bersifat teknis. Disebut juga
analisis ekonomi atau analisis keputusan ekonomi.
Ekonomi
Teknik adalah ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan
perhitungan nilai-nilai ekonomis yang
digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah
dalam bidang teknik. Ekonomi teknik juga dapat diartikan sebagai sekumpulan
teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus
dibidang teknik. Secara singkat ekonomi teknik dapat diartikan secara singkat
yaitu bagian dari ilmu ekonomi yang diaplikasikan pada proyek-proyek teknik.
Ekonomi
teknik memuat tentang bagaimana seorang engineering membuat keputusan yang oleh
beragam permasalahan berdasarkan proses analisa teknik dan perhitungan ekonomi,
sehingga menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik dari berbagai pilihan
alternatif.
Alternatif-alternatif
timbul karena adanya keterbatasan dari sumber daya (manusia, material, uang,
mesin, kesempatan, dll). Dengan berbagai alternatif yang ada tersebut maka
diperlukan sebuah perhitungan untuk mendapatkan sebuah pilihan yang baik secara
ekonomi, baik ketika membandingkan berbagai alternatif rancangan, membuat
keputusan investasi modal,mengevaluasi kesempatan finansial, dll.
Analisa
ekonomi teknik melibatkan pembuatan keputusan terhadap berbagai penggunaan sumber
dayayang terbatas. Konsekuensi terhadap hasil keputusan biasanya berdampak jauh
ke masa yang akan datang, yang konsekuensinya itu tidak bisa diketahui secara
pasti, merupakan pengambilan keputusan dibawah ketidakpastian.
Sehingga
penting diketahui :
a. Prediksi
kondisi masa yang akan datang
b. Perkembangan
teknologi
c. Sinergi
antara proyek-proyek yang didanai
d. Dll
Tahapan
analisis ekonomi teknik :
a. Definisikan
masalah dan tujuannya
b. Mengumpulkan
informasi yang relevan terkait kasus yang sedang dipelajari
c. Memunculkan
alternatif-alternatif
d. Evaluasi
masing-masing alternative
e. Penentuan
alternatif terbaik dengan beberapa kriteria
f. Menerapkan
hasilnya dan memantau kerjanya
Namun
demikian keputusan-keputusan yang diambil (sekalipumn dengan berbagai prediksi
yang masuk akal) terkadang terdapat juga perbedaan terhadap kenyataan yang
lebih dikenal Risiko. Dalam pengambilan keputasannya yang berdasar
faktor-faktor (parameter) tertentu yang tdak diketahui dengan pasti
mengharuskan kita menganalisa sebesar-besar pengaruh faktor-faktor tersebut
saling mempengaruhinya, yang dikenal analisis Sensitivitas.
Sumber-sumber
ketidakpastian:
1. Kemungkinan ketidak
akuratan estimasi yang digunakan dalam analisis
2. Jenis bisnis yang
berkaitan dengan kesehatan perekonomian masa depan
3. Jenis fisik bangunan
dan peralatan yang digunakan
4. Lama (waktu)periode
yang diasumsikan
1.2 Ruang lingkup ekonomi
teknik
Ekonomi
teknik (engineer economic) mecakup prinsip-prinsip dan berbagai teknis
matematis untuk pengambilan keputusan ekonomis dari alternatif-alternatif yang
berbeda dapat dikembangkan secara kasar dapat disebutkan bahwa penggunaan
ekonomi teknik adalah evaluasi beberapa alternatif untuk menentukan suatu aktifitas
atau investasi paling sedikit memberikan
kerugian atau yang memberikan keuntungan paling banyak .
Studi
ekonomi teknik dapat membantu dalam mengambil keputusan optimal untuk menjamin
penggunaan dana (uang) dengan efisien. Studi ekonomi teknik harus diadakan
sebelum setiap uang akan diinvestasikan atau dibelanjakan atau sebelum komitmen-komitmen diadakan. Studi
ekonomi teknik dimulai dari sekarang kesimpulan-kesimpulan bergantung pada
prediksi kejadian-kejadian (event) yang akan datang.
1.3 Pengertian Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan
keputusan bukan merupakan suatu kajian sepele yang dapat diabaikan begitu saja.
Oleh karena itu ketepatan dalam pengambilan keputusan menjadi suatu keharusan.
Namun demikian untuk mencapai hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Diperlukan
kecermatan dan ketepatan dalam merumuskan masalah dalam proses pengambilan
keputusan. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan (desicion
making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil
setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum
pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat
keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama,
menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang
terbaik.
Secara umum, pengertian pengambilan keputusan
telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :
1. G. R. Terry : Mengemukakan bahwa
pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria
tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
2. Claude S. Goerge, Jr
: Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan
manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan,
penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
3. Horold dan Cyril
O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan
diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan,
suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu
sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
4. P. Siagian :
Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu
masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan
tindakan.
Pengambilan keputusan sebagai kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional. Di samping itu, fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Pengambilan keputusan sebagai kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional. Di samping itu, fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Terkait dengan fungsi
tersebut, maka tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan:
(1) tujuan yang
bersifat tunggal. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi
apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa
sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain dan
(2) tujuan yang bersifat ganda. Tujuan pengambilan
keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan
menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu sekaligus
memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang
bersifat tidak kontradiktif
Dengan demikian kita
dapat menyimpulkan delapan step rational decisionmaking proses guna mengambil
keputusan :
1. Mengenal
Permasalahan
2. Definisikan Tujuan
3. Kumpulkan Data yang
Relevan
4. Identifikasi
alternative yang memungkinkan (feasible)
5. Seleksi kriteria
untuk pertimbangan alternatif terbaik
6. Modelkan hubungan
antara kriteria, data dan alternatif
7. Prediksi hasil dari
semua alternatif
8. Pilih alternatif
terbaik
1.4 Pengertian
Proposal Teknik dan Hubungan dengan ekonomi teknik
Pengertian propsal teknik dan hubungan dengan ekonomi
teknik
Kegiatan teknik adalah suatu konsep kegiatan manusia yang berorientasi pada proses perbaikan/perubahan sifat maupun bentuk dari benda-benda alam dalam rangka mendapatkan manfaat yang lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana manusia mengubah sifat dan fungsi batu-batuan menjadi bangunan, mengubah pasir besi menjadi besi dan baja, mengubah kayu menjadi mobiler atau menjadi kertas, dan sebagainya, yang semuanya merupakan hasil perancangan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan.
Suatu aktifitas teknik akan selalu berawal dengan munculnya ide-ide rancangan teknik yang ingin diterapkan dalam rangka mengatasi keterbatasan-keterbatasan sumber daya alam guna memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Manusia ingin mereka bisa hidup dengan aman dan nyaman tanpa banyak mendapat gangguan lingkungan, maka dirancang bangunan sedemikian rupa. Manusia ingin dapat bergerak dan berpindah tempat dari suatu daerah ke daerah lain, maka manusia merancang kendaraan. Manusia membutuhkan berbagai peralatan untuk dapat meringankan berbagai tugas pekerjaannya, maka dirancang peralatan untuk tujuan tersebut.
Pada awalnya para perancang teknik masih lebih banyak menfokuskan rancangannya tersebut dapat dilaksanakan secara teknis, tanpa begitu memerhatikan aspek efisiensi pemakaian sumber daya. Hal ini dimungkinkan karena sumber daya yang dibutuhkan masih relatif banyak (murah). Namun, dengan semakin terbatasnya sumber daya alam dan semakin mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapat sumber-sumber daya alam tersebut, semua perancang teknik (engineer) dituntut untuk dapat menghasilkan rancangan-rancangan yang lebih efektif dan efisien. Tuntutan tersebut akan lebih nyata lagi jika hasil rancangan tersebut ditujukan sebagai bagian dari kegiatan ekonomi perusahaan, di mana semakin tingginya tingkat kompetisi usaha, menuntut setiap pengusaha dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik dengan harga yang kompetitif, artinya setiap produk yang dibuat harus dikerjakan secara efektif dan efisien.
Dalam rangka menjamin dihasilkannya produk-produk engineering yang efektif dan efisien serta kompetitif tersebut, maka proses rancangannya perlu dilakukan secara baik, sistematis, dan terukur. Adapun prosedur rancangan yang baik dan sistematis tersebut dapat dijelaskan dengan flow-chart
Diawali dengan munculnya ide/konsep teknik, mungkin berupa ide baru ataupun penyempurnaan dari ide atau rancangan yang ada yang mencakup tentang produk ataupun proses pengerjaan produk. Ide-ide tersebut tentu perlu dilahirkan secara sistematis dan tertulis melalui penjelasan-penjelasan, gambar-gambar, spesifikasi-spesifikasi, dan penjelasan teknis lainnya yang disebut dengan proposal teknis.
Selanjutnya proposal teknis tersebut perlu dievaluasi kelayakan teknisnya sebelum dilaksanakan/direalisasikan. Artinya apakah rancangan tersebut memungkinkan secara teknis untuk direalisasikan, apakah sudah tersedia teknologinya beserta tenaga ahlinya. Jika belum memungkinkan, ada baiknya rancangan tersebut diperbaiki kembali atau dihentikan saja.
Jika secara teknologi dan teknis tidak ada masalah/layak, dilanjutkan dengan penyusunan proposal ekonomis untuk mengetahui seberapa besar biaya yang diperlukan untuk merealisasikan rancangan tersebut, apakah rancangan tersebut sudah ekonomis atau belum serta dari mana sumber-sumber dana yang diperlukan akan diperoleh, seberapa besar beban untuk memperoleh sumber-sumber biaya tersebut dan sebagainya. Kalau rancangan ini bertujuan sebagai kegiatan usaha bisnis, tentu perlu dikaitkan dengan seberapa kompetitif produk tersebut dengan produk pesaingnya sehingga rancangan ini menjadi layak direalisasikan.
Jika proposal ekonomis tidak layak, kemungkinan proposal diperbaiki kembali atau dihentikan saja. Namun, jika proposal ekonomis terbukti layak, barulah rencana teknik tersebut dapat dilaksanakan/direalisasikan. Untuk melakukan evaluasi ekonomis terhadap rancangan teknik di atas dibutuhkan pengetahuan pendukung ekonomi teknik (Economic Engineering). Oleh karena itu, Ekonomi Teknik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering).
Karena penerapan kegiatan teknik pada umumnya memerlukan investasi yang relatif besar dan berdampak jangka panjang terhadap aktivitas pengikutnya, penerapan aktivitas teknik tersebut menuntut adanya keputusan-keputusan strategis yang memerlukan pertimbangan-pertimbangan teknik maupun ekonomis yang baik dan rasional. Oleh karena itu, Ilmu Ekonomi Teknik sering juga dianggap sebagai sarana pendukung keputusan (Decision Making Support).
Keputusan yang baik dan rasional pada dasarnya memerlukan prosedur dan proses yang sistematis serta terukur dengan tahapan proses sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi atau memahami persoalan dengan baik;
2. Merumuskan tujuan penyelesaian masalah;
3. Mengumpulkan data-data yang relevan;
4. Klarifikasi, klasifikasi, dan validasi kebenaran data yang terkumpul;
5. Identifikasi alternatif pemecahan masalah yang mungkin;
6. Menetapkan kriteria pengukuran alternatif;
7. Menyusun atau menyiapkan model keputusan;
8. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua alternatif yang disediakan;
9. Mengambil keputusan sesuai dengan tujuan;
10. Menerapkan keputusan yang telah diambil.
Kegiatan teknik adalah suatu konsep kegiatan manusia yang berorientasi pada proses perbaikan/perubahan sifat maupun bentuk dari benda-benda alam dalam rangka mendapatkan manfaat yang lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana manusia mengubah sifat dan fungsi batu-batuan menjadi bangunan, mengubah pasir besi menjadi besi dan baja, mengubah kayu menjadi mobiler atau menjadi kertas, dan sebagainya, yang semuanya merupakan hasil perancangan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan.
Suatu aktifitas teknik akan selalu berawal dengan munculnya ide-ide rancangan teknik yang ingin diterapkan dalam rangka mengatasi keterbatasan-keterbatasan sumber daya alam guna memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Manusia ingin mereka bisa hidup dengan aman dan nyaman tanpa banyak mendapat gangguan lingkungan, maka dirancang bangunan sedemikian rupa. Manusia ingin dapat bergerak dan berpindah tempat dari suatu daerah ke daerah lain, maka manusia merancang kendaraan. Manusia membutuhkan berbagai peralatan untuk dapat meringankan berbagai tugas pekerjaannya, maka dirancang peralatan untuk tujuan tersebut.
Pada awalnya para perancang teknik masih lebih banyak menfokuskan rancangannya tersebut dapat dilaksanakan secara teknis, tanpa begitu memerhatikan aspek efisiensi pemakaian sumber daya. Hal ini dimungkinkan karena sumber daya yang dibutuhkan masih relatif banyak (murah). Namun, dengan semakin terbatasnya sumber daya alam dan semakin mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapat sumber-sumber daya alam tersebut, semua perancang teknik (engineer) dituntut untuk dapat menghasilkan rancangan-rancangan yang lebih efektif dan efisien. Tuntutan tersebut akan lebih nyata lagi jika hasil rancangan tersebut ditujukan sebagai bagian dari kegiatan ekonomi perusahaan, di mana semakin tingginya tingkat kompetisi usaha, menuntut setiap pengusaha dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik dengan harga yang kompetitif, artinya setiap produk yang dibuat harus dikerjakan secara efektif dan efisien.
Dalam rangka menjamin dihasilkannya produk-produk engineering yang efektif dan efisien serta kompetitif tersebut, maka proses rancangannya perlu dilakukan secara baik, sistematis, dan terukur. Adapun prosedur rancangan yang baik dan sistematis tersebut dapat dijelaskan dengan flow-chart
Diawali dengan munculnya ide/konsep teknik, mungkin berupa ide baru ataupun penyempurnaan dari ide atau rancangan yang ada yang mencakup tentang produk ataupun proses pengerjaan produk. Ide-ide tersebut tentu perlu dilahirkan secara sistematis dan tertulis melalui penjelasan-penjelasan, gambar-gambar, spesifikasi-spesifikasi, dan penjelasan teknis lainnya yang disebut dengan proposal teknis.
Selanjutnya proposal teknis tersebut perlu dievaluasi kelayakan teknisnya sebelum dilaksanakan/direalisasikan. Artinya apakah rancangan tersebut memungkinkan secara teknis untuk direalisasikan, apakah sudah tersedia teknologinya beserta tenaga ahlinya. Jika belum memungkinkan, ada baiknya rancangan tersebut diperbaiki kembali atau dihentikan saja.
Jika secara teknologi dan teknis tidak ada masalah/layak, dilanjutkan dengan penyusunan proposal ekonomis untuk mengetahui seberapa besar biaya yang diperlukan untuk merealisasikan rancangan tersebut, apakah rancangan tersebut sudah ekonomis atau belum serta dari mana sumber-sumber dana yang diperlukan akan diperoleh, seberapa besar beban untuk memperoleh sumber-sumber biaya tersebut dan sebagainya. Kalau rancangan ini bertujuan sebagai kegiatan usaha bisnis, tentu perlu dikaitkan dengan seberapa kompetitif produk tersebut dengan produk pesaingnya sehingga rancangan ini menjadi layak direalisasikan.
Jika proposal ekonomis tidak layak, kemungkinan proposal diperbaiki kembali atau dihentikan saja. Namun, jika proposal ekonomis terbukti layak, barulah rencana teknik tersebut dapat dilaksanakan/direalisasikan. Untuk melakukan evaluasi ekonomis terhadap rancangan teknik di atas dibutuhkan pengetahuan pendukung ekonomi teknik (Economic Engineering). Oleh karena itu, Ekonomi Teknik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering).
Karena penerapan kegiatan teknik pada umumnya memerlukan investasi yang relatif besar dan berdampak jangka panjang terhadap aktivitas pengikutnya, penerapan aktivitas teknik tersebut menuntut adanya keputusan-keputusan strategis yang memerlukan pertimbangan-pertimbangan teknik maupun ekonomis yang baik dan rasional. Oleh karena itu, Ilmu Ekonomi Teknik sering juga dianggap sebagai sarana pendukung keputusan (Decision Making Support).
Keputusan yang baik dan rasional pada dasarnya memerlukan prosedur dan proses yang sistematis serta terukur dengan tahapan proses sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi atau memahami persoalan dengan baik;
2. Merumuskan tujuan penyelesaian masalah;
3. Mengumpulkan data-data yang relevan;
4. Klarifikasi, klasifikasi, dan validasi kebenaran data yang terkumpul;
5. Identifikasi alternatif pemecahan masalah yang mungkin;
6. Menetapkan kriteria pengukuran alternatif;
7. Menyusun atau menyiapkan model keputusan;
8. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua alternatif yang disediakan;
9. Mengambil keputusan sesuai dengan tujuan;
10. Menerapkan keputusan yang telah diambil.
Dalam
menyiapkan alternatif perlu diperhatikan persyaratan berikut :
F Jumlah alternatif yang ideal 2-10 alternatif, jika alternatif banyak perlu dilakukan seleksi bertingkat;
F Memenuhi sifat mutually exclusive (tidak ada alternatif yang tumpang tindih);
F Memenuhi sifat axhausive (semua kemungkinan alternatif yang tersedia telah terwakili).
F Jumlah alternatif yang ideal 2-10 alternatif, jika alternatif banyak perlu dilakukan seleksi bertingkat;
F Memenuhi sifat mutually exclusive (tidak ada alternatif yang tumpang tindih);
F Memenuhi sifat axhausive (semua kemungkinan alternatif yang tersedia telah terwakili).
1.5 Tahapan
tahapan dalam proses pengambilan keputusan di bidang enginering
Pengambilan keputusan yang rasional merupakan keputusan yang komplek dan
beragam. Ada 8 tahapan yang harus dilakukan dalam pengambilan sebuah keputusan:
1.
Mengenali Masalah
Jhon Dewey seorang filsuf Amerika
mengatakan “suatu masalah yang didefinisikan secara benar adalah masalah yang
sebagian telah terselesaikan”. Itu berarti hanya masalah yang
telah dikenali dengan benarlah yang berpotensi untuk diselesaikan, tanpa
mengenali masalah dengan benar kita akan tersesar sehingga solusi yang tepat
tidak akan pernah tercapai.
2.
Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Masalah adalah situasi yang menghambat
tercapainya suatu tujuan yang telah ditentukan.di dalam
sebuah perusahaan berbagai masalah utama akan terkait dengan tidak tercapai
sebuah profit, dan masalah yang dihadapi para individu umumnya terkait dengan
tidak tercapainya kepuasan. Tujuan-tujuan yang bersifat umum seringkali
diuraikan menjadi tujuan yang sempit, spesifik, dan kuantitatif.
3.
Menyusun Data yang Relevan
Sebuah keputusan yang terbaik adalah keputusan yang dibuat dengan
memanfaatkan informasi yang tepat yang didapat dengan menyusun berbagai data
yang lebih akurat dan relevan. Dalam mengembangkan informasi itu analis harus
dapat data yang relevan dan bisa menentukan apakah nilainya sesuai dengan biaya
yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Menyusun data yang relevan adalah
pekerjaan yang sangat sulit.
4.
Mengidentifikasi Alternatif yang Layak
Dari sekian banyak cara penyelesaian masalah, hanya ada sebagian alternatif
yang layak dipertimbangkan sebagai solusi potensial, namun demikian perlu
kehati-hatian untuk tidak menentukan alternatif terbaik pada tahap ini, jika
itu terjadi maka solusi yang didapatkan mungkin bukan yang terbaik. Ada
berbagai alternatif yang dengan mudah dieliminasi dengan alasan yang sangat
jelas seperti ketiadaan material, keterbatasan teknologi, dan keterbatasan
waktu.
5.
Menetapkan Kriteria Penilaian Alternatif
Dengan menggunakan alternatif terbaik dipilih dengan menilai berdasarkan
berbagai kriteria tertentu, kata terbaik menunjukan bahwa penilaian pada
dasarnya bisa bersifat kualitatif meliputi spektrum paling buruk, buruk – cukup
– baik – lebih baik – paling baik, dengan demikian baik buruknya suatu
alternatif akan bersifat relatif.
Untuk menilai suatu alternatif dapat
dilakukan denga cara yang berbeda misalnya:
·
Menghasilkan paling sedikit kerusakan
·
Memperbaiki distribusi kekayaan penduduk
·
Menggunakan uang secara efisien dan
ekonomis
·
Meminimasi pengeluaran uang
·
Memastikan bahwa yang mendapat benefitdari
keputusan yang lebih banyak dari pada yang menderita akibat keputusan yang itu
·
Meminimasi waktu pencapaian tujuan
·
Meminimasi pengangguran
6.
Membangun Model Keterhubungan
Sebuah elemen yang telah diidentifikasi (tujuan, data informasi, alternatif
potensial, dan kriteria) digabungkan mejadi model matematika yang menunjukan
hubungan antara variabel dan kemudian dipresentasikan.
7.
Memprediksi Keluaran Alternatif
Model yang telah dibangun tersebut
digunakan untuk memprediksi keluaran (outcome) dari setiap
alternatif, perlu diingat bahwa setiap alternatif itu bisa menghasilkan
keluaran yang beragam. Tapi guna menghindari komplikasi yang tidak perlu maka
pengambilan keputusan diasumsikan menggunakan keluaran tunggal, dan
keluaran-keluaran lain diabaikan.
8.
Memilih Alternatif Terbaik
Memilih alternatif terbaik berdasarkan berbagai kriteria yang telah
ditetapkan, pengambilan keputusan ini harus dilakukan secara hati-hati dan
banyak diyakini bahwa solusi yang terbaik untuk masalah ini telah ditentukan
dengan seksama.
9.
Audit Pasca Pengambilan Keputusan
Ini sangat penting dilakukan untuk menjamin apa yang seharusnya
diproyeksikan akan tercapai. Jika semua pihak yang terlibat dalam menyelesaikan
suatu masalah itu menyadari bahwa rekomendasi mereka akan diaudit tingkat
keberhasilannya.
Tahapan-tahapan dalam
proses pengambilan keputusan, terutama dalam bidang engineering Berhubungan
dengan tahap-tahap tersebut, tetapi lebih empiris (yaitu, menelusuri keputusan
sebenarnya dalam bidang engineering), adalah langkah pengambilan keputusan
menurut Mintzberg dan koleganya:
-Tahap identifikasi, di mana pengenalan
masalah atau kesempatan muncul dan diagnosis dibuat Diketahui bahwa masalah
yang berat mendapatkan diagnosis yang ekstensif dan sistematis, tep masalah
yang sederhana tidak.
-Tahap pengembangan, di mana terdapat
pencarian prosedur atau solusi standar yang ada as mendesain solusi yang baru.
Diketahui bahwa proses desain merupakan proses pencarian d percobaan di mana
pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas.
-Tahap seleksi, di mana pilihan solusi
dibuat. Ada tiga cara pembentukan seleksi: dengan penilainn pembuat keputusan,
berdasarkan pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis; dengan analisis
alternatif yang logis dan sistematis; dan dengan tnwar-menawar saat seleksi
melibatkan kelompok pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada.
Sekali keputusan diterima secara formal, otorisasi pun kemudian dibuat.
1. Tingkat-tingkat
Setiap keputusan mempunyai kadar
tingkatan yang berbeda-beda. Keputusan biasanya memiliki empat tingkatan yaitu
keputusan otomatis,keputusan yang bedasarkan informasi yang
diharapakan,keputusan yang bedasarkan pertimbangan,serta keputusan bedasarkan
ketidakpastian ganda. Keputusan otomatis merupakan bentuk keputusan yang dibuat
dengan sangat sederhana.
2. Jenis-jenis
Keputusan biasanya terbagi
menjadi dua jenis yaitu keputusan pribadi dan keputusan bersama. Keputusan
pribadi merupakan keputusan yang diambil untuk kepentingan diri sendiri dan
dilakukan secara perorangan. Keputusan bersama merupakan keputusan yang diambil
bedasarkan kesepakatan bersama dan untuk kepentingan bersama. Keputusan bersama
tidak boleh menguntungkan satu pihak dengan merugikan pihak lain.
3. Kategori
Keputusan jika dilihat dari cara
memperoleh informasi dapat dikategorikan menjadi empat yaitu keputusan
refresentasi, empiris, Informasi, ekpolorasi. Keputusan Refresentasi merupakan
keputusan yang dihadapi dengan informasi yang cukup banyak, dan mengetahui dengan
tepat bagaimana memanipulasi informasi tersebut. Keputusan Empiris merupakan
keputusan yang kurang memiliki informasi namun mengetahui bagaimana memperoleh
informasi dan pada saat informasi itu diperoleh dinamakan keputusan empiris.
Keputusan Informasi merupakan keputusan yang kaya akan
informasi, tetapi diliputi dengan kontroversi tentang bagaimana memperoleh
informasi itu, dan selanjutnya akan menghasilkan keputusan informasi. Keputusan
Ekpolorasi merupakan keputusan yang kurang akan informasi dan tidak ada kata
sepakat yang dianut untuk memulai mencari informasi serta tidak tahu dari mana
usaha pengambilan keputusan akan dimulai
1.6 Analisis Pengambilan Keputusan
Pengambilan
keputusan dikarenakan adanya masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Masalah-masalah itu dapat dibagi atas:
1. Simple
Problems, merupakan masalah yang solusinya tidak memerlukan terlalu banyak
pertimbangan dan analisis karena masalah itu bukanlah sesuatu yang penting.
2.
Intermediate Problems, merupakan masalah yang solusinya memerlukan
pertimbangan dan analisis pada suatu bidang tertentu.
3. Complex
Problems, merupakan masalah yang rumit yang solusinya memerlukan
pertimbangan dan analisis pada berbagai bidang ilmu.
Analisis
pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan
pertimbangan dan pengalaman manajemen. Analisis tersebut dilakukan jika masalah
tidak terlalu rumit dan pengambil keputusan memiliki pengalaman akan masalah
sejenis.
Analisis
kuantitatif lebih bersifat seni dibanding ilmu. Kemampuan melakukan analisis
kualitatif melekat pada diri pengambil keputusan dan biasanya meningkat seiring
bertambahnya pengalaman. Ketajaman dalam analisis pengambilan keputusan dapat
ditingkatkan dengan mempelajari dan memahami berbagai metode analisis
kuantitatif lebih dalam.
Secara
umum, masalah-masalah yang bisa dipecahkan dengan analisis kuantitatif harus
memiliki kriteria sebagai berikut:
1.
Masalah tersebut cukup rumit dan
penting serta memiliki alas an yang kuat untuk dianalisis dan dipecahkan.
2. Tidak
bisa dipecahkan secara langsung tanpa melakukan analisis kuantitatif dan
mempertimbangkan semua konsekuensi yang mungkin dapat terjadi.
3. Masalah
tersebut memiliki aspek ekonomi yang cukup penting dan pengambil keputusan
menghendaki suatu analisis menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Ekonomi
teknik (engineering economy) adalah salah satu alat analisis pengambilan
keputusan kuantitatif yang menitikberatkan pada aspek ekonomi di bidang teknik.
Alat tersebut terdiri dari evaluasi sistematik terhadap manfaat dan biaya
usulan-usulan proyek yang melibatkan rancangan dan analisis teknik untuk
menentukan apakan proyek yang diusulkan layak dilaksanakan atau tidak.
Masalah-masalah
yang dapat dipecahkan dalam ekonomi teknik adalah masalah yang termasuk dalam
kategori intermediate problems. Dalam analisis ekonomi teknik,
aspek ekonomi merupakan komponen utama dalam pengambilan keputusan, meskipun
mungkin saja banyak terdapat aspek lain dalam masalah tersebut sebelumnya.
1.7 Proses Pengambilan Keputusan
Untuk
melakukan pengambilan keputusan yang rasional, setidaknya harus tercakup
langkah-langkah berikut:
1. Mengenali
adanya suatu masalah
· Masalah harus dimengerti dengan baik
dinyatakan secara eksplisit.
· Kadang-kadang
tidak disadari adanya masalah.
John
Dewey seorang filsuf Amerika mengatakan “Suatu masalah yang didefinisikan
secara benar adalah masalah yang sebagian telah terselesaikan”. Itu berarti
hanya masalah yang telah dikenali dengan benarlah yang berpotensi untuk
diselesaikan, tanpa mengenali masalah dengan benar kita akan tersesat sehingga
solusi yang tepat tidak akan pernah tercapai. Masalah dapat dikenali oleh
berbagai pihak terkait, bisa oleh pemilik masalah sebagai pengambil keputusan,
pemecah masalah seperti insinyur atau manajer, atau oleh para operator yang
langsung berhubungan dengan hal-hal teknis.
Beberapa masalah
berikut cocok diselesaikan dengan analisis ekonomi teknis, identifikasi yang
mana saja?
- Mana yang lebih baik membeli mobil
bermesin disel atau bermesin bensin?
- Haruskah mesin otomatis dibeli
untuk menggantikan tiga orang pekerja manual saat ini?
- Apakah bijak menjadwalkan kelas
subuh untuk menhindari kemacetan di pagi hari?
- Apakah lebih baik anda pindah
jurusan ke Teknik Listrik?
- Seseorang yang akan anda nikahi
bekerja dengan gaji yang rendah, sedangkan yang lain adalah profesional
bergaji tinggi, mana yang akan anda pilih?
·
2.
Mendefinisikan Tujuan
Karena
masalah, menyebabkan tidak tercapainya tujuan yg telah ditetapkan. Masalah
adalah situasi yang menghambat tercapainya suatu tujuan yang telah ditentukan.
Di perusahaan masalah utama akan terkait dengan tidak tercapainya profit, dan
masalah yang dihadapi para individu umumnya terkait dengan tidak tercapainya
kepuasan. Tujuan-tujuan yang bersifat umum diatas seringkali diuraikan menjadi
tujuan yang lebih sempit, spesifik, dan kuantitatif. Misalnya “perusahaan harus
membuat 1000 unit produk bulan ini” atau “saya harus melunasi cicilan rumah
tahun ini”adalah sasaran yang menggambarkan tujuan.
3. Mengumpulkan
data-data yang relevan
Keputusan
yang baik adalah keputusan yang dibuat dengan memanfaatkan informasi tepat yang
diperoleh dengan menyusun data yang akurat dan relevan. Di jaman informasi
seperti sekarang ini, jumlah data sangat melimpah namun sulit dirangkai menjadi
informasi yang berarti. Dalam mengembangkan informasi itu analis harus dapat
memilih data yang relevan dan menentukan apakah nilainya sesuai dengan biaya
yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Dalam proses pengambilan keputusan,
menyusun data yang relevan adalah salah satu bagian yang paling
sulit.
4.
Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang dapat dipilih.
Minimal dua alternatif
Dua alternatif yang kadang diabaikan:
• Alternatif untuk tidak melakukan apa-apa (tetap
melakukan seperti saat ini, tidak perlu mengeluarkan
uang untuk menyelesaikan masalah ini)
• Alternatif untuk memperbaiki dan menggunakan kembali.
Harus diyakini
bahwa setiap masalah memiliki lebih dari satu alternatif solusi, yakini juga
bahwa jika hanya terdapat satu-satunya solusi maka itu tidak bisa
disebut masalah. Dari sekian banyak cara penyelesaian masalah, hanya ada sebagian
alternatif yang layak dipertimbangkan sebagai solusi potensial, namun demikian
perlu kehati-hatian untuk tidak menentukan alternatif terbaik pada tahap ini,
jika itu terjadi maka solusi yang didapatkan mungkin bukan yang terbaik. Untuk
memilih alternatif yang layak dapat dilakukan melalui proses urun rembuk
(brainstorming), kemudian dibuat daftar alternatif yang layak dan yang tidak
layak beserta dengan alasan-alasannya. Ada beberapa alternatif yang dengan
mudah dieliminasi dengan alasan yang jelas seperti ketiadaan material,
keterbatasan teknologi, dan keterbatasan waktu.
5. Memilih
kriteria untuk menentukan alternatif terbaik
Alternatif
terbaik dipilih dengan menilai berdasarkan kriteria tertentu, kata terbaik
menunjukan bahwa penilaian pada dasarnya bisa bersifat kualitatif meliputi
spektrum paling buruk – buruk – cukup – baik – lebih baik – paling baik, dengan
demikian baik buruknya suatu alternatif akan bersifat relatif. Bayangkan jika
seorang dinyatakan bersalah oleh hakim dan diberikan alternatif untuk membayar
denda satu juta rupiah atau kurungan tiga hari, secara multak tidak ada pilihan
yang menarik tapi berdasarkan nilai relatif setiap orang dapat memutuskan mana
pilihan yang lebih tidak menarik, pada kasus ini berlaku adagium “make the best
of a bad situation” – memilih yang terbaik dari yang terburuk.
Untuk menilai
suatu alternatif dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, misalnya:
·
Menghasilkan paling sedikit kerusakan ekologi
·
Memperbaiki distribusi kekayaan penduduk
·
Menggunakan uang secara efisiensi ekonomis
·
Minimasi pengeluaran uang
·
Memastikan bahwa yang mendapatkan benefit dari keputusan lebih banyak daripada
yang menderita akibat keputusan itu
·
Minimasi waktu pencapaian tujuan
·
Minimasi pengangguran
6.
Membangun hubungan antara tujuan, alternatif,data, dan kriteria yang
dipilih untuk dijadikan sebuah model.
Pada
tahap ini semua elemen yang telah diidentifikasi (yaitu tujuan, data dan
informasi, alternatif potensial, dan kriteria) digabungkan. Hubungan dari
elemen-elemen itu direpresentasikan menjadi model matematika yang menunjukan
hubungan antara variabel.
7. Memperkirakan
akibat-akibat yang muncul dari setiap alternatif.
Model
yang dibangun tersebut digunakan untuk memprediksi keluaran (outcome) dari
setiap alternatif, perlu diingat bahwa setiap alternatif itu bisa menghasilkan
keluaran yang beragam, misalnya keluaran untuk alternatif mobil yang akan
digunakan untuk mengirimkan barang bisa berupa jumlah bahan bakar, tingkat
polutan, kapasitas angkut, atau kecepatan mobil. Tapi guna menghindari
komplikasi yang tidak perlu maka pengambiilan keputusan diasumsikan menggunakan
keluaran tunggal, dan keluaran-keluaran lain diabaikan.
8. Pemilihan
alternatif terbaik untuk mencapai tujuan.
· Akibat yang ditimbulkan harus
dipertimbangkan.
· Memilih
yang sesuai dengan kriteria.
Memilih
alternatif terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan, pengambilan keputusan
ini harus dilakukan secara hati-hati dan diyakini bahwa solusi terbaik untuk
masalah itu telah ditemukan.
1.8 Proses
pemecahan masalah
Penyelesaian atau pemecahan masalah adalah bagian dari proses berpikir.
Sering dianggap merupakan proses paling kompleks di antara semua fungsi
kecerdasan, pemecahan masalah telah didefinisikan sebagai proses kognitif
tingkat tinggi yang memerlukan modulasi dan kontrol lebih dari
keterampilan-keterampilan rutin atau dasar. Proses ini terjadi jika suatu
organisme atau sistem kecerdasan buatan tidak mengetahui bagaimana untuk bergerak
dari suatu kondisi awal menuju kondisi yang dituju.
Tahapan penyelesaian masalah
- kenali masalah secara
umum/mendefinisikan masalah,
- temukan bukti dari permasalahan,
- carilah penyebab munculnya masalah,
- pertimbangkan berbagai kemungkinan untuk
menemukan jalan keluar dari masalah,
- pilihlah jalan keluar yang dengan mudah,
- laksanakan penyelasaian,
- periksa kembali dengan penyelesaian yang
dilakukan.
1. Definisi
Istilah pemecahan masalah
digunakan dalam banyak disiplin , kadang-kadang dengan perspektif yang berbeda
, dan sering dengan istilah yang berbeda . Sebagai contoh , itu adalah proses
mental dalam psikologi dan proses komputerisasi dalam ilmu komputer . Masalah
juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yang berbeda ( tidak jelas dan
terdefinisi dengan baik ) dari mana solusi yang tepat harus dibuat . Masalah
tidak jelas adalah mereka yang tidak memiliki tujuan yang jelas , jalur solusi
, atau solusi yang diharapkan . Masalah yang terdefinisi dengan baik memiliki
tujuan tertentu , jalur solusi yang jelas , dan solusi yang diharapkan jelas.
Masalah-masalah ini juga memungkinkan untuk perencanaan awal lebih dari masalah
tidak jelas. Mampu memecahkan masalah kadang-kadang melibatkan berurusan dengan
pragmatik ( logika ) dan semantik ( interpretasi dari masalah ) . Kemampuan
untuk memahami apa tujuan dari masalahnya dan aturan apa yang bisa diterapkan
merupakan kunci untuk memecahkan masalah. Kadang-kadang masalah memerlukan
beberapa pemikiran abstrak dan datang dengan solusi kreatif.
2. Psikologi
Dalam psikologi , pemecahan
masalah mengacu pada keadaan keinginan untuk mencapai ‘ tujuan’ yang pasti dari
kondisi saat ini yang baik tidak langsung bergerak ke arah gawang , jauh dari
itu , atau kebutuhan logika yang lebih kompleks untuk menemukan deskripsi yang
hilang dari kondisi atau langkah-langkah ke arah gawang. Dalam psikologi ,
pemecahan masalah adalah bagian penutup dari proses yang lebih besar yang juga
mencakup masalah menemukan dan masalah membentuk .
Dianggap paling kompleks dari semua fungsi intelektual , pemecahan masalah
telah didefinisikan sebagai proses kognitif tingkat tinggi yang memerlukan
modulasi dan kontrol lebih banyak keterampilan rutin atau fundamental.
Pemecahan masalah memiliki dua domain utama : pemecahan masalah matematika dan
masalah pribadi pemecahan mana , di kedua, beberapa kesulitan atau kendala yang
dihadapi . Pemecahan masalah lebih lanjut terjadi ketika bergerak dari keadaan
yang diberikan kepada negara tujuan yang diinginkan diperlukan baik untuk
organisme hidup atau sistem kecerdasan buatan .
Sementara pemecahan masalah menyertai awal evolusi manusia dan terutama
sejarah matematika, sifat proses dan metode pemecahan masalah manusia telah
dipelajari oleh psikolog selama seratus tahun terakhir . Metode belajar
pemecahan masalah termasuk introspeksi , behaviorisme , simulasi , pemodelan
komputer , dan percobaan . Psikolog sosial baru-baru ini membedakan antara
pemecahan masalah independen dan saling tergantung (lihat lebih ) .
Contoh Pengaplikasian
Dalam pengambilan keputusan. Contohnya seorang pengemudi mobil memperoleh
informasi di perempatan jalan berupa lampu merah, secara langsung seorang
pengemudi tersebut membuat keputusan otomatis untuk berhenti. Keputusan
besarkan informasi yang diharapkan merupakan tingkatan keputusan yang telah
mempunyai informasi yang sedikit kompleks, artinya informasi yang ada telah
memberi aba-aba untuk mengambil keputusan. Akan tetapi keputusan belum dibuat
karena informasi perlu dipelajari terlebih dahulu. Keputusan bedasarkan
berbagai pertimbangan merupakan tingkat keputusan yang lebih banyak membutuhkan
informasi dan informasi tersebut dikumpulkan serta dianalisis untuk
dipertimbangkan agar menghasilkan keputusan
Contoh lain seseorang yang akan membeli arloji akan membandingkan antara
beberapa merek. Ia membandingkan harganya,kualitasnya serta modelnya dan untuk
mengambil keputusan mungkin ia akan memerlukan waktu beberapa jam bahkan
beberapa hari sebelum menjatuhkan keputusan. Keputusan bedasarkan ketidakpastian
ganda, merupakan tingkat keputusan yang paling kompleks. Jumlah informasi yang
diperlukan semakin banyak selain itu, dalam informasi yang sudah ada terdapat
ketidakpastian. Keputusan semacam ini lebih banyak mengandung resiko dan
terdapat keraguan dalam pengambilan keputusannya.
Contoh
kasus dan solusinya menggunakan ekonomi teknik yang berhubungan teknik elektro
Pemecahan Masalah
Pelaksanaan langkah-langkah pengambilan keputusan hingga memilih
alternatif terbaik belum mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Untuk
melakukan pemecahan masalah, alternatif terbaik yang dipilih haruslah
diterapkan dan dilaksanakan.
Contoh
masalah dan pemecahan masalahnya
1. Sebuah mesin
memproduksi baut dengan biaya Rp.40 untuk material dan Rp.15 untuk tenaga
kerja. Jumlah pesanan barang berjumlah 3 juta buah baut. Setelah separo pesanan
telah selesai dikerjakan, sales mesin menawarkan penambahan suatu alat pada
mesin yang akan mengurangi biaya, sehingga biaya unutk material menjadiRp.34
danRp.10 untuk tenaga kerja, tapi biaya penambahan alat tersebut Rp100.000.
dengan biaya lain sebesar 250% dari biaya tenaga kerja. Mana yang akan dipilih,
melanjutkan dengan mesin yang lama atau menambah alat pada mesin??
Solution:
Alternatif A: melanjutkan dengan tanpa penambahan
alat:
Material
cost 1.500.000 x
0.40 =
600.000
Direct labor cost 1.500.000 x
0.15 =
225.000
Other
costs 2.50 x
direct labor cost =562.500
Cost for remaining 1.500.000
pieces =
1.387.500
Alternatif B : melanjutkan dengan penambahan alat:
Additional tooling
cost =
100.000
Material
cost 1.500.000 x
0.34 =
510.000
Direct labor cost 1.500.000 x
0.10 =
150.000
Other
costs 2.50 x
direct labor
co =
375.500
Cost for remaining 1.500.000
pieces =1.135.000
Maka yang dipilih adalah melanjutkan dengan penambahan
alat. Alternatif B

Tidak ada komentar:
Posting Komentar